Gawat! AI Ancam Keuangan Global, Bos Bank Dipanggil Darurat!

Author Image

Hadi Wibawa

12 April 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent dan Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Jerome Powell baru-baru ini menggelar pertemuan darurat dengan para CEO bank-bank terkemuka di Washington D.C. Agenda utama pertemuan krusial ini adalah mendiskusikan potensi ancaman siber serius yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan (AI) canggih bernama Mythos, besutan perusahaan Anthropic, yang dikhawatirkan dapat mengguncang fondasi sistem keuangan global.

Para pimpinan bank tersebut, yang sejatinya sudah berada di ibu kota untuk menghadiri rapat dewan Financial Services Forum, dipanggil secara khusus ke kantor Departemen Keuangan AS. Sejumlah nama besar yang hadir antara lain Brian Moynihan dari Bank of America, Jane Fraser dari Citigroup, David Solomon dari Goldman Sachs, Ted Pick dari Morgan Stanley, dan Charlie Scharf dari Wells Fargo. Menariknya, CEO JPMorgan, Jamie Dimon, menjadi satu-satunya pimpinan bank yang tidak dapat hadir dalam pertemuan penting ini.

Gawat! AI Ancam Keuangan Global, Bos Bank Dipanggil Darurat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pertemuan yang dilaporkan redaksibengkulu.co.id pada Sabtu (11/4/2026) ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam pemerintahan Donald Trump terhadap kemampuan AI yang semakin canggih. Potensi ancaman siber yang dibawa oleh AI dianggap mampu mengancam stabilitas dan keamanan sistem keuangan AS. Anthropic sendiri sebelumnya telah meluncurkan model AI terbarunya, Claude Mythos Preview, secara terbatas mengingat potensi penyalahgunaan oleh peretas.

JPMorgan Chase, bersama dengan raksasa teknologi lain seperti Apple, Google, Microsoft, dan Nvidia, merupakan bagian dari inisiatif keamanan siber bernama Project Glasswing. Sebelum peluncuran, Anthropic juga telah memberikan penjelasan kepada pejabat senior pemerintah AS mengenai kemampuan model tersebut, baik untuk penggunaan ofensif maupun defensif di ranah siber. CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan, "Bahaya jika ini salah ditangani sudah jelas, tetapi jika kita melakukannya dengan benar, ada peluang nyata untuk menciptakan internet dan dunia yang secara fundamental lebih aman dibanding sebelum adanya kemampuan siber berbasis AI."

Keterlibatan pemerintahan Trump dalam isu model Mythos ini muncul di tengah ketegangan antara Anthropic dan Departemen Pertahanan AS. Sebelumnya, Departemen Pertahanan telah menilai Anthropic sebagai ancaman rantai pasok bagi keamanan nasional. Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan secara terbuka menyampaikan kritik tajam kepada Anthropic karena membatasi penggunaan teknologi AI mereka dalam konteks perang, dan memerintahkan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan platform perusahaan tersebut. Namun, ironisnya, Departemen Pertahanan AS dilaporkan tetap menggunakan model Claude selama konflik Iran berlangsung.

Situasi ini menyoroti dilema kompleks antara inovasi teknologi yang pesat dan kebutuhan mendesak akan keamanan nasional, terutama di sektor keuangan yang sangat vital.

Related Post