Rp 120 Triliun Menggantung: Menkeu Baru Bungkam!

Author Image

Hadi Wibawa

17 September 2026, 05:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Nasib setoran dividen sebesar Rp 120 triliun dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) ke kas negara kini menjadi tanda tanya besar. Wacana yang sempat dihembuskan oleh mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini kini menghadapi kebungkaman dari Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Suahasil Nazara, sementara CEO Danantara justru menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi.

Usai rapat di Istana Kepresidenan pada Rabu (16/9/2026) malam, Suahasil Nazara memilih untuk tidak memberikan komentar sedikit pun terkait masa depan setoran dividen BUMN tersebut. Ia juga enggan menanggapi pertanyaan mengenai dugaan Presiden Prabowo Subianto tidak menyetujui rencana penarikan dividen fantastis ini. Dengan terburu-buru, Suahasil langsung masuk ke mobilnya, hanya memberikan gestur maaf kepada awak media. Sikap ini kontras dengan sebelumnya, di mana ia sempat berbicara panjang lebar mengenai perombakan pejabat di Kementerian Keuangan.

Rp 120 Triliun Menggantung: Menkeu Baru Bungkam!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berbeda dengan sikap Menkeu baru, CEO Danantara, Rosan Roeslani, justru lebih terbuka. Setelah rapat yang sama di Istana, Rosan menyatakan perlunya diskusi mendalam dengan Suahasil. "Kita kan ada beberapa hal yang nanti kami duduk dengan Prof Suahasil. Ya semuanya akan kita diskusikan," ujar Rosan. Ia menambahkan bahwa pertemuan akan segera dilakukan dan yakin akan ada solusi terbaik. Rosan bahkan menekankan akan ada pertemuan empat mata dengannya untuk membahas lebih lanjut.

Sebelumnya, pada akhir Agustus lalu, Purbaya Yudhi Sadewa, saat masih menjabat Menkeu, menegaskan bahwa pembahasan dividen ini sudah final dengan Rosan Roeslani. Pemerintah, menurutnya, tinggal menunggu eksekusi transfer dana tersebut. "Sudah dibahas, sudah dipastikan tinggal ditentukan kapan dia mau ngirim itu aja sekitar Rp 120 triliun. Itu yang diputuskan oleh presiden," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Menurut Purbaya, setoran sebesar ini merupakan "angin segar" bagi kondisi fiskal negara. Ia membandingkan dengan penerimaan dividen tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 90 triliun. "Kalau tahun-tahun sebelumnya saya cuma dapet Rp 90 triliun dari dividen. Kalau meningkat, Rp 120 triliun kan bagus meningkat, malah jadi saya nggak rugi, pemerintah nggak rugi, pendapatan nggak rugi, malah nambah," jelasnya.

Kini, bola panas setoran dividen Rp 120 triliun berada di tangan Menkeu baru dan CEO Danantara. Pertemuan antara Suahasil dan Rosan menjadi kunci untuk mengungkap kejelasan nasib dana yang sangat dinantikan oleh kas negara ini, sekaligus menjawab misteri di balik kebungkaman pejabat keuangan tertinggi.

Related Post