Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Kabar gembira datang dari sektor ketahanan pangan nasional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan bahwa Indonesia akan mencapai kemandirian penuh untuk tujuh komoditas pangan pokok strategis pada tahun 2026, yang berarti tidak lagi memerlukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Ini merupakan langkah signifikan menuju kedaulatan pangan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangannya Minggu (12/4/2026), menjelaskan bahwa berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang disusun bersama kementerian/lembaga terkait, dari total 10 jenis pangan pokok strategis, hanya tiga yang masih membutuhkan importasi. Tujuh komoditas yang diproyeksikan tidak akan diimpor lagi meliputi beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula.

"Kita hanya akan mengimpor dua atau tiga komoditas yang dominan, yaitu kedelai dan bawang putih. Sementara untuk daging sapi, kebutuhan impornya tidak lagi dominan," terang Ketut, menegaskan optimisme pemerintah terhadap kemampuan produksi dalam negeri.

Related Post
Secara spesifik, Ketut menyoroti kondisi beras yang sangat positif. Proyeksi menunjukkan bahwa stok carry over beras dari awal 2026 sebesar 12,4 juta ton, ditambah estimasi produksi beras setahun mencapai 34,7 juta ton, akan jauh melampaui kebutuhan konsumsi setahun sebesar 31,1 juta ton. Hasilnya, diperkirakan stok beras nasional di akhir 2026 masih akan mencapai angka fantastis 16 juta ton, menjamin ketersediaan yang melimpah.
Pemerintah juga menegaskan keberpihakannya pada petani padi. Perum Bulog ditugaskan untuk aktif melaksanakan penyerapan gabah dari petani lokal. Sejak tahun 2025, cadangan beras yang dikelola Bulog dipastikan sepenuhnya berasal dari hasil panen petani Indonesia, tanpa ada impor. "Cadangan beras kita di Bulog saat ini sudah mencapai lebih dari 4 juta ton, dan kita akan terus menyerap hingga 4 juta ton lagi. Dari sisi produksi, gabah kita sangat bagus," imbuh Ketut.
Selain beras, Indonesia juga telah mencapai swasembada jagung pakan sejak tahun 2025, menghentikan kebutuhan impor komoditas tersebut. Komoditas pangan pokok lain yang juga telah mampu dipenuhi sepenuhnya dari panen dalam negeri adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, dan bawang merah.
Meskipun demikian, Bapanas memastikan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri. Upaya peningkatan produksi pangan dalam negeri akan terus digalakkan, termasuk untuk komoditas strategis yang masih membutuhkan impor. Kementerian Pertanian telah memulai akselerasi program untuk meningkatkan produksi bawang putih, kedelai, susu, dan lainnya.
"Tentu kekuatan kita, stok kita relatif sangat bagus di tahun 2026 ini, dan kami berharap ke depan ketahanan pangan kita akan semakin kuat," pungkas Ketut, menutup pernyataannya dengan keyakinan akan masa depan pangan Indonesia yang mandiri.


Tinggalkan komentar