Trump Gemparkan Dunia! Blokade Selat Hormuz Dimulai!

Author Image

Hadi Wibawa

13 April 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Ketegangan global kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz. Keputusan drastis ini datang menyusul kegagalan perundingan damai yang bertujuan mengakhiri konflik dengan Iran di Pakistan, memicu kekhawatiran akan eskalasi krisis yang lebih luas.

Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump dengan tegas menyatakan, "Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz." Pernyataan yang dikutip redaksibengkulu.co.id dari CNBC pada Senin (13/4/2026) ini menegaskan keterlibatan negara-negara lain dalam upaya blokade tersebut, sembari memperingatkan Iran agar tidak lagi memanfaatkan tindakan pemerasan ilegal terhadap kapal-kapal yang melintas.

Trump Gemparkan Dunia! Blokade Selat Hormuz Dimulai!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi bahwa militer AS akan mulai memberlakukan blokade pada Senin pukul 10 pagi waktu setempat (eastern time/ET). CENTCOM juga menjanjikan informasi lebih lanjut akan disampaikan kepada kapal-kapal komersial sebelum blokade resmi dimulai. Penting untuk dicatat, blokade ini tidak akan menghalangi kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan non-Iran. Pembatasan hanya akan diterapkan pada kapal-kapal yang bertujuan masuk atau keluar dari pelabuhan atau wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Pengumuman blokade ini sontak meredupkan harapan akan berakhirnya perang dalam waktu dekat, terutama setelah AS gagal mencapai kesepakatan damai dalam pembicaraan di Islamabad. Lebih jauh, langkah ini berpotensi memperparah krisis ekonomi global yang telah mencengkeram dunia sejak konflik pecah, menambah tekanan pada pasar energi dan rantai pasok internasional.

Trump menjelaskan bahwa blokade AS merupakan upaya untuk menghentikan Iran mengendalikan ketat Selat Hormuz dan meraup keuntungan ekonomi, sementara seluruh dunia menderita akibat penutupan jalur vital tersebut. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz seharusnya terbuka untuk semua kapal, namun Iran justru menghalanginya dengan dalih potensi ranjau, yang menurut Trump hanyalah bentuk pemerasan. "Ini adalah pemerasan dunia dan Pemimpin Negara, terutama Amerika Serikat, tidak akan pernah diperas," tegas Trump.

Lebih lanjut, Trump mengindikasikan bahwa upaya AS akan berupa "blokade total," yang berarti tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas sampai Iran mengalah. Angkatan Laut AS juga akan secara aktif mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang terbukti telah membayar bea masuk kepada Iran. Informasi yang dihimpun redaksibengkulu.co.id menyebutkan bahwa Iran memang sedang bersiap untuk memungut bea masuk dari kapal-kapal yang ingin melewati selat tersebut, sebuah langkah yang memicu kemarahan Trump karena dianggap sebagai upaya memperkuat cengkeraman Iran di jalur penting di tengah situasi gencatan senjata. "Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapatkan perjalanan aman di laut lepas," ancam Trump.

Selain blokade, Trump dan para penasihatnya dilaporkan mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan militer terbatas di Iran. Langkah ini bertujuan memberikan tekanan tambahan pada rezim Iran agar memecah kebuntuan perundingan perdamaian. Trump bahkan secara eksplisit mengancam akan menyerang infrastruktur penting Iran. "Saya tidak ingin melakukannya, tetapi itu adalah air mereka, rencana desalinasi mereka, pembangkit listrik mereka, yang sangat mudah untuk diserang," pungkas Trump, mengisyaratkan potensi eskalasi yang lebih jauh jika Iran tidak merespons tuntutan AS.

Related Post