Harga Minyak Dunia Masih Tinggi, Ada Apa?

Author Image

Hadi Wibawa

27 Oktober 2026, 08:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa pergerakan harga minyak mentah dunia menunjukkan tren pelemahan pada penutupan perdagangan Senin (26/10/2026). Meski mengalami penurunan, harga minyak global terpantau masih tertahan di level yang sangat tinggi akibat ketidakpastian geopolitik yang membayangi pasar energi dunia.

Berdasarkan data pasar, minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar 91 sen atau turun 0,8%, sehingga ditutup pada angka US$ 115,81 per barel. Senada dengan itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga terkoreksi sebesar US$ 1,51 atau turun 1,46% ke level US$ 101,76 per barel. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya kedua jenis minyak tersebut sempat melonjak tajam pada akhir pekan lalu.

Harga Minyak Dunia Masih Tinggi, Ada Apa?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sentimen utama yang menggerakkan pasar saat ini adalah tensi tinggi di kawasan Timur Tengah. Investor tengah bersikap waspada menyusul adanya klaim serangan militer terhadap infrastruktur vital milik Arab Saudi. Kelompok Houthi dari Yaman mengklaim telah menargetkan stasiun pompa pada jalur pipa minyak utama serta Bandara Riyadh.

Meski pihak Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim serangan tersebut, koalisi pimpinan kerajaan di Yaman mengonfirmasi telah berhasil melumpuhkan tiga unit drone yang mencoba menyasar wilayah Riyadh dan bagian selatan kerajaan.

Di sisi lain, adanya secercah harapan akan adanya solusi diplomatik menjadi faktor yang menekan harga minyak ke bawah. Upaya perdamaian terus digalakkan melalui jalur komunikasi internasional. Mediator dari Qatar dilaporkan telah bertolak ke Teheran untuk berkoordinasi dengan Amerika Serikat guna meredam eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Arab Saudi, dan Yaman.

Langkah diplomasi juga terlihat dari pertemuan tingkat tinggi di Teheran yang melibatkan pejabat dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Pertemuan ini merupakan momentum penting sejak ketiga negara tersebut menandatangani pakta pertahanan bersama pada Agustus lalu. Hasil dari dialog tersebut menunjukkan komitmen keempat negara untuk terus menjalin komunikasi demi menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Related Post