Kapuas Kering! BBM Kalbar Pindah Jalur, Warga Diminta Hemat!

Author Image

Hadi Wibawa

11 September 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Barat kini menghadapi tantangan serius. Pendangkalan drastis alur Sungai Kapuas, ditambah penurunan debit air yang signifikan, telah mengganggu kelancaran pasokan energi ke berbagai daerah. Menanggapi kondisi yang disebut sebagai force majeure ini, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan sigap mengaktifkan rencana kontinjensi, memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga.

Corporate Secretary PPN, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa situasi ini memaksa perusahaan untuk beralih dari jalur distribusi sungai yang biasa digunakan, ke jalur darat. "Ini adalah sebuah force majeure. Jika biasanya sungai menjadi jalur utama pengiriman BBM, kini kondisinya kering. Mau tidak mau, kami harus menerapkan rencana kontinjensi," ungkap Roberth saat ditemui di Cilacap, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Kapuas Kering! BBM Kalbar Pindah Jalur, Warga Diminta Hemat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pengalihan moda transportasi ini tentu berdampak pada waktu pengiriman. Roberth memaparkan, rute sungai yang sebelumnya hanya memakan waktu sekitar satu hari, kini dengan menggunakan mobil tangki melalui jalur darat, diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu hari. Meski demikian, komitmen Pertamina untuk memastikan BBM sampai ke tangan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. "BBM-nya semaksimal mungkin kami berkomitmen untuk menyampaikan," tegasnya.

Di tengah situasi sulit ini, Roberth juga mengimbau seluruh pihak untuk menggunakan BBM secara bijak dan hemat. Ia secara khusus mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kondisi pendangkalan sungai ini untuk melakukan penimbunan atau penjualan kembali BBM dengan harga tinggi. "Kami sangat menyayangkan jika ada pihak yang justru mengambil keuntungan di saat masyarakat sedang berjuang menghadapi dampak El Nino dan membutuhkan energi," tambahnya dengan prihatin.

Sebelumnya, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fathul Nugroho, juga telah mengonfirmasi gangguan distribusi ini. Ia menyatakan bahwa pasokan BBM ke masyarakat tetap dijaga melalui skema alternatif dan darurat. "Gangguan ini akibat pendangkalan alur Sungai Kapuas dan debit air yang turun, menyebabkan kapal tanker BBM kandas, terutama di Fuel Terminal Sanggau dan Sintang," jelas Fathul dalam kesempatan terpisah beberapa waktu lalu di Integrated Terminal (IT) Pontianak.

Untuk mengatasi kendala ini, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penggunaan tongkang terapung (floating barge) sebagai jetty sementara. Skema ini memungkinkan proses bongkar muat BBM dilakukan langsung dari kapal tanker ke mobil tangki, mempercepat distribusi di titik-titik krusial yang sebelumnya terhambat oleh kondisi sungai yang dangkal. Dengan berbagai upaya ini, diharapkan pasokan energi di Kalimantan Barat dapat tetap aman dan stabil.

Related Post