Terungkap! Bandara APT Pranoto Diuji Kesiapan Krisis

Author Image

Hadi Wibawa

20 September 2026, 00:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, kesiapsiagaan Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda dalam menghadapi situasi darurat telah diuji secara menyeluruh. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto, baru-baru ini sukses menyelenggarakan pelatihan penanggulangan keadaan darurat berskala penuh.

Latihan yang dipimpin langsung oleh Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, ini mencakup dua simulasi utama: Full Scale Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE). Kegiatan ini krusial untuk memastikan setiap personel dan prosedur penanganan darurat berfungsi optimal.

Terungkap! Bandara APT Pranoto Diuji Kesiapan Krisis
Gambar Istimewa : ?w=1000&q=90

"Pelatihan ini bukan sekadar menguji kesiapan personel dan peralatan, melainkan juga untuk memastikan bahwa seluruh prosedur penanggulangan keadaan darurat dapat diimplementasikan dengan cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan," terang I Kadek dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Simulasi dibagi menjadi dua sesi fokus. Sesi pertama, Airport Emergency Exercise (AEE), melibatkan Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bersama seluruh Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara. Kemudian, sesi dilanjutkan dengan Airport Contingency Exercise (ACE) yang dipandu oleh Unit Aviation Security (Avsec) bersama Komite Keamanan Bandar Udara.

Melalui kedua skenario latihan ini, setiap elemen yang terlibat berkesempatan menguji kemampuan mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Ini termasuk mekanisme komunikasi, koordinasi antarunit, proses pengambilan keputusan yang cepat, hingga mobilisasi sumber daya dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan bandara.

I Kadek menekankan pentingnya partisipasi berbagai instansi dalam latihan ini, mengingat penanganan keadaan darurat memerlukan respons terpadu. "Penanganan keadaan darurat di bandar udara membutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas instansi. Oleh karena itu, melalui latihan bersama ini, kami ingin memastikan setiap pihak memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya, sehingga ketika kondisi darurat yang sebenarnya terjadi, respons dapat dilakukan secara terpadu dan efektif," jelasnya.

Berbagai pihak turut serta dalam latihan krusial ini, antara lain direktorat teknis di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, unsur TNI/Polri (Lanud Dhomber Balikpapan, Polresta Samarinda, Kodim 0901/Samarinda), Badan Intelijen Negara (BIN), Imigrasi, Bea dan Cukai, Kekarantinaan, BMKG, AirNav Indonesia, serta perwakilan maskapai yang beroperasi di Bandar Udara APT Pranoto.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi mendalam yang dilakukan oleh observer eksternal. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur efektivitas respons darurat yang telah diuji dan mengidentifikasi area-area yang masih memerlukan peningkatan.

"Kami berharap melalui evaluasi ini dapat diketahui aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Hasil latihan ini akan menjadi bahan untuk melakukan penyempurnaan prosedur dan memperkuat koordinasi, sehingga kesiapsiagaan bandar udara dalam menghadapi berbagai kondisi darurat dapat terus ditingkatkan," pungkas I Kadek.

Penyelenggaraan Full Scale Exercise ini merupakan bukti nyata sinergi dan koordinasi lintas instansi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di bandar udara. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus meningkatkan kesiapan seluruh personel, memantapkan prosedur standar operasi, serta memperkuat koordinasi antarinstansi guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa angkutan udara di Bandar Udara APT Pranoto.

Related Post