Redaksibengkulu.co.id – Proyek pembangunan jalur ganda atau Double-double Track (DDT) untuk ruas Bekasi-Cikarang resmi direncanakan akan dimulai pada tahun 2027. Langkah ini menjadi respons cepat menyusul insiden kecelakaan kereta api yang merenggut korban jiwa di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu, sekaligus menyoroti urgensi peningkatan keselamatan dan kapasitas jalur.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa inisiatif pembangunan DDT di koridor Bekasi-Cikarang ini telah terintegrasi dalam Rencana Strategis (Rensra) Kementerian Perhubungan untuk periode 2027-2029. "Ya (dibangunnya 2027). (Pada) 2027 (sampai) 2029 diharapkan sudah selesai," tegas Dudy saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026).

Meskipun detail anggaran belum dipaparkan secara rinci, Menteri Dudy memastikan bahwa pihaknya telah mengajukan alokasi dana untuk proyek vital ini dalam rentang waktu yang sama. "Itu sudah masuk Rensra, nanti tentunya kami akan minta dianggarannya untuk 2027 sampai 2029," jelasnya lebih lanjut.
Dalam kesempatan yang sama saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Dudy juga memberikan informasi terkini mengenai proyek DDT Manggarai-Jatinegara. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027 dan diharapkan dapat mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2028. "Penyelesaian jalur double-double track Manggarai-Jatinegara itu diharapkan selesai pada akhir 2027. Sekarang dalam pelaksanaan dan diharapkan bisa beroperasi pada awal 2028," tambah Dudy, menunjukkan komitmen pemerintah dalam modernisasi infrastruktur perkeretaapian.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah mengkonfirmasi bahwa rencana pengembangan jalur ganda ini masih dalam tahap pembahasan intensif antar kementerian terkait dan operator perkeretaapian. AHY menegaskan bahwa proyek DDT merupakan bagian integral dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi nasional.
"Itu terus menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh. Tentunya nanti Kementerian Perhubungan berada di depan bersama KAI. Dan yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut," ujar AHY kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pembangunan DDT bukan hanya sekadar respons insidental, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, efisien, dan modern.