Redaksibengkulu.co.id, Tangerang – Geliat ekonomi menjelang Tahun Baru Imlek 2026 mulai terasa di berbagai sektor, salah satunya industri rumahan di Tangerang. Produksi dupa, perlengkapan esensial dalam ritual perayaan, mengalami lonjakan permintaan yang signifikan, membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha lokal. Fenomena ini menjadi indikator kuat bagaimana tradisi budaya turut menggerakkan roda perekonomian.
Peningkatan produksi ini tidak terlepas dari peran krusial dupa dalam ritual doa dan persembahan masyarakat Tionghoa. Dupa bukan sekadar batang beraroma, melainkan simbol penghormatan dan penghubung spiritual yang tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Permintaan pasar, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, mulai meroket drastis beberapa minggu sebelum puncak perayaan, mendorong para produsen untuk bekerja ekstra keras.

Pada Senin (9/2/2026), suasana di salah satu industri rumahan di Tangerang terlihat begitu sibuk. Seorang pekerja tampak giat menjemur batang-batang dupa yang baru selesai diproduksi. Proses penjemuran ini merupakan tahap krusial untuk memastikan kualitas dupa tetap optimal sebelum didistribusikan ke pasaran. Percepatan proses produksi dan pengeringan menjadi kunci utama bagi para pengusaha untuk mengantisipasi lonjakan pesanan yang datang bertubi-tubi.
Tahun Baru Imlek 2026, yang akan menyambut Tahun Kuda, merupakan momen penting yang dirayakan secara meriah di berbagai wilayah Indonesia. Lonjakan produksi dupa di Tangerang ini tidak hanya mencerminkan respons pasar terhadap kebutuhan ritual, tetapi juga menunjukkan bagaimana warisan budaya tetap lestari dan memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun ekonomi, bagi masyarakat.