Mengejutkan! Desa Bogor Ini Mendunia Lewat Tanaman!

Redaksibengkulu.co.id menyoroti kisah inspiratif Desa Sukamantri, sebuah permata tersembunyi di lereng perbukitan dan kaki Gunung Salak, Bogor. Desa ini bukan sekadar wilayah pedesaan biasa; ia telah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi mandiri yang sukses menembus pasar global melalui komoditas tanaman hias unggulannya. Dari yang awalnya hanya dikenal di lingkup lokal, kini nama Sukamantri berkibar hingga ke kancah nasional dan internasional.

Berlokasi di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, desa yang didirikan pada tahun 1978 ini kini menjadi sorotan. Redaksibengkulu.co.id berkesempatan menelusuri langsung denyut nadi ekonomi Desa Sukamantri pada Kamis (21/5/2026). Meskipun cuaca terik, aktivitas di kantor desa yang dipimpin Hendi Haerudin ini, serta sentra tanaman hias, yang berjarak sekitar 1 hingga 1,5 kilometer, tetap ramai. Berbagai jenis tanaman hias populer seperti Anthurium Kuping Gajah, Philodendron, dan Aglaonema, sangat mudah dijumpai, menandakan geliat bisnis yang kuat di wilayah seluas 638 hektar ini.

Mengejutkan! Desa Bogor Ini Mendunia Lewat Tanaman!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Masyarakat Sukamantri memang telah lama berkecimpung dalam budidaya tanaman hias, namun lonjakan permintaan saat pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menjadi titik balik yang signifikan. Potensi ini kemudian dimaksimalkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Muda Sejahtera, yang aktif memberikan pelatihan kepada para petani agar semakin berkembang. "BUMDes punya program untuk pelatihan terkait budidaya tanaman. Kami datangkan narasumber, dan alhamdulillah mereka semua sudah mandiri sekarang," terang Sudrajat, Kaur Keuangan Desa Sukamantri, saat ditemui Redaksibengkulu.co.id.

Keberhasilan Desa Sukamantri menembus pasar ekspor menarik perhatian BRI, yang kemudian mengundang desa ini untuk bergabung dalam program Desa BRILian. Program ini dirancang untuk memberdayakan desa-desa unggulan agar menjadi percontohan dalam pengembangan ekonomi pedesaan, dengan tujuan utama menciptakan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Nur Amalia, Kaur Tata Usaha dan Umum Desa Sukamantri, menjelaskan bahwa ekspor tanaman hias sudah berjalan sebelum mereka mengikuti Desa BRILian. Namun, program ini memberikan dorongan signifikan. "Kalau untuk tanaman hias, sebelum kami ikut Desa BRILian pun sudah ekspor. Dan mungkin dengan ikutan Desa BRILian ini lebih banyak lagi mungkin," ujarnya. Sudrajat menambahkan, BRI melakukan penilaian ketat untuk mendongkrak potensi desa yang memang sudah berjalan, dan di Sukamantri, potensi terbesar adalah ekspor tanaman hias. "Biasanya kan selama ini desa punya produk unggulan yang memang sudah berjalan, sudah melewati proses pemberdayaan, cuma memang desa masih kesulitan untuk mengeksplor potensi yang ada," imbuhnya.

Dampak program Desa BRILian terasa nyata, terutama dalam hal popularitas dan jangkauan. "Lewat BRILian ini, Desa Sukamantri yang awalnya hanya dikenal di lingkup wilayah terdekat, sekarang lingkup nasional pun sudah bisa tahu lah informasi terkait Desa Sukamantri," ungkap Sudrajat. Nur Amalia juga mengakui bahwa program ini sangat membantu mengeksplorasi potensi desa, membuatnya dikenal lebih luas.

Selain tanaman hias, warga Desa Sukamantri juga mengembangkan berbagai usaha lain seperti pabrik tahu, peternakan kambing, agen gas, agen BRILink, hingga yang terbaru, peternakan ayam petelur. Desa Sukamantri sendiri berhasil meraih peringkat ke-15 dalam batch ketiga program Desa BRILian pada tahun 2024. Dana penghargaan yang diterima dimanfaatkan untuk memperkuat modal pengembangan usaha di BUMDes.

Bantuan dari BUMDes juga dirasakan langsung oleh para petani tanaman hias. Jaelani, salah satu pekerja di sentra tanaman hias, menunjuk jaring paranet yang disebutnya bantuan dari BUMDes Sukamantri. "Kalau BUMDes ngebantu banget. Ini dari desa gitu. Ini jaring-jaring ini," katanya, menunjukkan bukti nyata dukungan yang diberikan untuk pengembangan usaha mereka. Kisah Desa Sukamantri adalah bukti nyata bahwa dengan kemandirian dan dukungan yang tepat, sebuah desa dapat mencapai kesuksesan yang mendunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *