Redaksibengkulu.co.id mengabarkan, perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, diwarnai dengan gejolak harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar domestik. Salah satu yang paling menonjol adalah kenaikan drastis harga cabai rawit merah yang kini menembus angka Rp 75.450 per kilogram.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI), lonjakan harga ini tidak hanya terbatas pada cabai rawit merah yang mengalami peningkatan sebesar 3,85% dari hari sebelumnya. Jenis cabai lain juga ikut meroket. Cabai merah besar kini dibanderol Rp 64.000/kg, melonjak 15,39%, sementara cabai merah keriting mencapai Rp 61.350/kg dengan kenaikan 14,67%. Namun, ada pengecualian pada cabai rawit hijau yang justru menunjukkan tren penurunan harga, rata-rata dibanderol Rp 48.700 atau turun 9,48% dibandingkan periode sebelumnya.

Selain cabai, beberapa bumbu dapur esensial dan sumber protein hewani juga terpantau mengalami peningkatan harga. Bawang merah ukuran sedang naik 3,02% menjadi Rp 49.400/kg, sedangkan bawang putih ukuran sedang mengalami kenaikan 2,98% menjadi Rp 39.750/kg. Telur ayam ras segar juga naik tipis 0,16% menjadi Rp 30.550/kg. Kenaikan yang cukup signifikan terlihat pada daging ayam ras segar yang melonjak 11,07% hingga mencapai Rp 42.650/kg.
Sektor minyak goreng pun tak luput dari tren kenaikan. Minyak goreng curah tercatat naik 1,95% menjadi Rp 20.950/kg. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 1 dan 2 masing-masing mengalami kenaikan 2,51% menjadi Rp 24.500/kg dan 1,08% menjadi Rp 23.300/kg.
Di tengah deretan komoditas yang harganya melambung, PIHPS BI juga mencatat beberapa bahan pokok yang harganya cenderung stabil atau bahkan mengalami penurunan. Beras dari berbagai kualitas, mulai dari medium I, medium II, super I, hingga super II, terpantau mengalami penurunan harga antara 0,93% hingga 2,5%. Demikian pula dengan daging sapi kualitas 1 dan 2 yang turun masing-masing 2,9% dan 1,9%. Gula pasir kualitas premium sedikit naik 1,24% menjadi Rp 20.450/kg, sementara gula pasir lokal relatif stabil di angka Rp 19.150/kg.
Fluktuasi harga pangan ini tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama di tengah perayaan hari besar keagamaan. Diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga demi menjaga daya beli konsumen dan memastikan ketersediaan pasokan yang memadai.