Listrik Sumatera Padam! Danantara Ultimatum PLN: Jangan Terulang!

Redaksibengkulu.co.id – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT PLN (Persero) akan segera dilakukan pasca insiden pemadaman listrik massal yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera. Dony secara tegas meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, menekankan pentingnya mitigasi yang kuat.

Berbicara di Wisma Danantara pada Senin (25/5/2026), Dony menyatakan komitmennya untuk meninjau secara komprehensif seluruh proses yang terlibat dalam insiden tersebut. "Tentu saja, PLN akan kami lakukan peninjauan keseluruhan dari prosesnya. Nanti akan kita review prosesnya, termasuk juga penyebab pasti dari gangguan ini," ujar Dony, mengindikasikan bahwa Danantara akan mendalami akar masalah untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional.

Listrik Sumatera Padam! Danantara Ultimatum PLN: Jangan Terulang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Gangguan sistem kelistrikan yang terjadi sejak Jumat malam lalu telah menimbulkan dampak luas, meliputi provinsi Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh. Insiden ini memicu keresahan di berbagai sektor dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, telah mengidentifikasi indikasi awal penyebab gangguan kelistrikan massal di Sumatera. Menurut Darmawan, masalah dipicu oleh gangguan cuaca ekstrem pada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan ini menyebabkan jalur transmisi vital tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatera.

Darmawan menjelaskan lebih lanjut bahwa putusnya transmisi tersebut memicu efek domino yang kompleks. Di beberapa wilayah, terjadi kelebihan pasokan listrik atau oversupply secara tiba-tiba karena hilangnya beban, yang mengakibatkan lonjakan frekuensi dan tegangan. Kondisi ini secara otomatis membuat pembangkit listrik keluar dari sistem atau padam. Sebaliknya, di wilayah lain justru terjadi defisit daya akibat berkurangnya pembangkit, menyebabkan penurunan frekuensi dan tegangan yang membebani pembangkit lain dan akhirnya memutus sistem kelistrikan secara keseluruhan.

"Dan kami menyampaikan kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem kelistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara sampai ke Aceh. Dan ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatera," jelas Darmawan, menggambarkan skala masalah yang terjadi.

Menanggapi kondisi ini, Dony Oskaria kembali menegaskan bahwa langkah paling krusial adalah menyiapkan mitigasi yang efektif untuk masa depan. "Yang paling penting adalah mitigasi ke depan supaya ini tidak terjadi lagi," pungkas Dony, menegaskan fokus Danantara pada pencegahan dan peningkatan keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *